Wednesday, 22 May 2019

Buat Kamu yang Sedang Menanti Jodoh, Cobalah Lakukan 7 Hal Ini

Siapa sih yang tidak gundah bila jodoh belum tiba sesuai harapan? Satu demi satu teman, sahabat, kerabat, saudara-saudara, menikah.

Pertanyaan orang tua dan keluarga besar seketika menjadi suara-suara yang menyeramkan: “Kapan menikah? Kapan bisa menimang cucu?” Nah lho! Tentu kapan datangnya jodoh bukanlah kehendak diri kita sendiri. Sekadar cari pasangan itu tak sulit.

Tapi menemukan cinta sejati yang bersamanya menghabiskan waktu hingga akhir hayat, bersamanya membangun cita-cita sederhana hingga spektakuler, bersamanya membangun surga, wah… yang begini ini sulit.


Bila saat indah itu belum juga tiba, maka bukan berarti kamu gagal dan itulah finalnya. Bukan. Jangan buru-buru menilai dengan sudut pandang negatif ya.

Justru ada banyak hal yang bisa kamu upayakan untuk mendekatkan jodoh apabila ia jauh, menenangkan diri apabila resah, dan tetap menjadi manusia yang istimewa dalam kesendirian dengan sejumlah prestasi dan kontribusi.

1.Jangan Pernah Berhenti Berdoa

Jangan pernah berhenti meminta. Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana takdir Allah bekerja. Kamu hanya perlu meminta dengan kesungguhan dan terus-menerus.

2.Perbanyak Ibadah

Ibadah adalah kedekatan agama dan Sang Pencipta, diakui sebagai salah satu cara ampuh coping stress. Ibadah tak hanya mendekatkan seorang hamba pada Penciptanya tapi juga membuat egostrength menjadi jauh lebih tangguh menghadapi segala.

3.Positive Thinking

Berpikir positif adalah melihat situasi dari sisi yang lebih terang dan bijak, Hal tersebut akan membuatmu lebih konstruktif dan kreatif. Kamu akan memiliki emosi positif, optimistik, harapan, kegembiraan, dan kesejahteraan.

4.Berbakti pada Orang Tua

Berbakti pada orang tua ini sepanjang masa lho. Bukan cuma saat kita sudah dewasa. Ketika kamu berkeluarga nanti, tentu akan ada banyak waktu bersama orang tua yang tersita. Maka, kesempatan di waktu lajang menjadi momen berharga untuk berbakti.

5.Membaca Biografi

Membaca biografi tokoh-tokoh besar akan membuat wawasanmu bertambah. Ciri-ciri orang besar adalah hidupnya tidak terus berkubang pada masalah itu-itu saja, tetapi segera beralih melakukan pencapaian lain.

6.Kerja Sosial

Aktivitas kemanusiaan, misalnya, dengan menjadi relawan bencana alam. Aktivitas positif semacam itu akan membuka cakrawalamu bahwa banyak manusia yang kurang beruntung. Sementara dirimu berada dalam keadaan cukup, lengkap fisik dan sehat mental.

7.Tekuni Hobi

Hobimu yang sempat terbengkalai bisa menjadi sangat berharga apabila ditekuni kembali. Cobalah kembangkan dirimu melalui hobi yang diasah rutin, terus-menerus, hingga kamu bisa menghasilkan manfaat pada orang lain melalui hobi tersebut.

8.Jaga Perilaku

Kalau hatimu resah, pikiran gelisah, bukan berarti boleh bersikap gusar penuh amarah. Sangat memprihatinkan melihat seseorang tak mampu menjaga kehormatan dirinya yang terletak pada lisan dan perilaku.

Maka jauhi lingkungan yang nantinya dapat membuatmu tersinggung, kalau memang kamu sulit beradaptasi cepat dengan lingkungan tersebut. Stay quiet and keep calm

9.Perbanyak Relasi

Relasi di sini bukan asal relasi sehingga membabi buta melakukan pertemanan yang tak bermanfaat. Relasi bisnis online, grup belajar di media maya, klub hobi, merupakan contoh hubungan yang bermanfaat.

Relasi yang hanya sekadar bicara ke sana kemari menghabiskan waktu tanpa diskusi jelas terarah adalah hal yang patut dan wajib kamu hindari.
sumber http://www.tandapagar.com/aktivitas-penghilang-galau/
Read more

7 Peristiwa Sejarah Islam yang Terjadi Di Bulan Ramadhan ! WAJIB BACA

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Dalam bulan ini ternyata terdapat banyak peristiwa penting Islam yang tercatat dalam sejarah. Tentu, kita sudah banyak sekali mendengar dan membaca banyak peristiwa penting terjadi di bulan ini.

Banyaknya kejadian penting yang terjadi pada bulan Ramadhan menandakan bahwa bulan ini sama sekali bukan bulan yang santai, ataupun menjadikan umat Islam lemah secara fisik.

Sebaliknya, kejadian-kejadian besar yang terjadi di bulan Ramadhan adalah kejadian-kejadian yang senantiasa menguji fisik, mental, ruhani, dan emosi kita. Berikut di bawah ini sebagian kejadian yang terjadi di bulan Ramadhan.


Pembebasan Makkah (Fathu Makkah)

Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci.

Islamnya Khalid Bin Walid

Pada bulan ini Kholid bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau sesudahnya meninggal dunia.

Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 H.Umar bin Khatab RA memimpin sholat jenazah Beliau lalu dimakamkan di Hims dan ada pula yang mengatakan di Madinah.

Bulan Diturunkannya Al Quran


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Alquran: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)…” (QS Al Baqarah: 185)

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya meriwayatkan: “Lembaran-lembaran (shuhuf) Nabi Ibrahim diturunkan pada permulaan malam Ramadan dan kitab Taurat diturunkan pada tanggal enam Ramadan, dan kitab Injil diturunkan pada tanggal tiga belas Ramadan, sedang Alquran diturunkan pada tanggal dua puluh empat Ramadhan.” (HR. Ahmad dalam Musnad, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1575)

Perang Badar

Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah.

Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut.

Yaman terletak di selatan semenanjung tanah Arab. Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk penduduk Yaman khususnya suku Hamdan. Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman.

Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-10 hijrah.

Pembebasan Andalusia (Spanyol)

Andalus adalah nama Arab yang diberikan kepada wilayah-wilayah bagian semenanjung Liberia yang diperintah oleh orang Islam selama beberapa waktu mulai tahun 711 sampai 1492 M.

Pada 28 Ramadan tahun ke-92 H, panglima Islam bernama Tariq bin Ziyad dikirim pemerintahan Bani Umayyah untuk menawan Andalus.

Tariq memimpin armada Islam menyeberangi laut yang memisahkan Afrika dan Eropa. Setelah pasukan Islam mendarat, Tariq membakar kapal-kapal tentara Islam agar mereka tidak berpikir untuk mundur.

Akhirnya pasukan Tariq berhasil menguasai Andalus dan menyelamatkan rakyat Andalus yang dizalimi. Islam bertapak di Andalus selama delapan abad.

Direbutnya Garis Bar Lev, Israel

Dalam sejarah modern, terjadi Perang Yom Kippur yang melibatkan tentara Islam (Mesir dan Syria) dengan tentara Israel pada 10 Ramadan 1390 H bertepatan dengan 6 0ktober sampai 22 atau 24 Oktober 1973 M. Perang Yom Kippur, juga dikenal sebagai perang Arab-Israel 1973, Perang Oktober, dan Perang Ramadan.

Ia adalah bagian dari konflik Arab-Israel sejak dari tahun 1948. Pada bulan Juni 1967, terjadi perang enam hari antara Israel dengan Mesir, Syria dan Yordania.

Israel membangun barisan pertahanan di Sinai dan bukit Golan. Pada tahun 1971, Israel mengalokasikan USD 500 juta untuk membangun benteng dan kerja tanah raksasa yang dinamai Garis Bar Lev, mengambil nama jenderal Israel, Haim Ber Lev.

Tentara Islam berhasil merebut benteng itu sekaligus mengalahkan Israel. Antara peristiwa menarik dalam perang ini adalah peran seorang sarjana Islam merangkap sebagai Imam Masjid kota Suez, Syeikh Hafiz Salamah yang memimpin peperangan.
sumber http://www.tandapagar.com/7-peristiwa-sejarah-islam-yang-terjadi-di-bulan-ramadhan/
Read more

Kesetian Seorang Wanita Itu Diuji Disaat Pasangannya Tidak Memiliki Apa-apa

Kalau soal mencintai dan setia boleh dikatakan seorang wanita adalah paling jagonya. Wanita rela lama menunggu, mau melakukan apa saja dan masih banyak hal yang lainnya yang dilakukan oleh wanita untuk menunjukkan kesetiannya pada pasangannya.

Tidak peduli hubungannya hanya baru sebatas pacaran atau sudah menikah, mereka pasti bisa setia. Karena itu untuk menguji kesetian wanita pada pasangannya, kadang Tuhan membuat pasangannya ada di bawah atau sedang tidak memiliki apa-apa. untuk mengetahui apakah mereka akan tetap setia pada pasangan dalam keadaan apapun.



Karena Kebanyakan Wanita Kalau Bisa Tidak Ingin Hidup Susah, Sehingga Sebisa Mungkin Mereka Akan Menghindari Hidup Dalam Keterbatasan
Memang tidak semuanya tapi tidak boleh kita pungkiri jika kebanyakan wanita tidak ingin hidup susah. Mereka yang tidak ingin hidup susah pasti akan banyak menuntut dan bahkan akan memutuskan untuk mencari yang baru yang bisa membuat mereka bisa merasa senang. Hanya wanita yang benar-benar mencintai pasangannyalah yang bersedia hidup serba susah karena keterbatasan pasangannya.

Wanita Itu Suka Akan Harta Dan Kemewahan, Wajar Kalau Godaan Tidak Setia Akan Mendekati Mereka Saat Pasangannya Sedang Melarat
Godaan akan harta dan kemewahan akan selalu membayang-bayangi mereka saat mulai merasakan bahwa pasangannya tidak bisa memberikan keduanya. Sedikit saja mereka mengeluh akan keadaan pasangannya yang tidak memiliki apa-apa, maka saat itulah keinginan-keinginan mereka mulai berkembangan. Mulai ingin mencari yang lebih banyak memiliki harta dan yang bisa selalu memberikan mereka kemewahan. Kalau mereka tidak bisa mengontrol keinginannya maka mereka akan dikuasai oleh nafsunya untuk mencari pasangan baru yang bisa memberikan keduanya.

Wanita Pasti Menyukai Pria yang Memiliki Popularitas dan Kekayaan, Mereka Bisa Berubah Saat Kamu Tidak Lagi Memiliki Keduanya
Yang kaya dan memiliki popularitas, entah karena tampan, ganteng, anaknya pengusaha, artis, model dan semacamnya pasti selalu banyak disukai oleh wanita. Pasti hidupnya tidak pernah sepi dari wanita-wanita cantik di sekelilingnya. Ini membuktikan bahwa wanita memang suka pada pria yang memiliki keduanya. Kalau suka karena alasan keduanya, kelak kalau sudah tidak memiliki keduanya wanita yang menytukaimu bisa kehilangan alasan atau harus punya alasan baru untuk tetap setia pada kamu. Hanya mereka yang mencintai kamu apa adanyalah yang akan memilih untuk tetap setia padamu.

Bila Kau Mempunyai Segalanya dan Ia Mencintaimu, Itu Kenyataan dan Merupakan Hal yang Biasa
Bila ada wanita yang mencintai pasangan dengan segala apa yang dimilikinya, itu adalah sesuatu yang bisa, karena semua orang dimanapun bisa melakukannya. Hal itu tidak mustahil dan mudah menemukan wanita yang mau tetap setia pada pasangannya yang selalu bisa mengusahakan apa yang dinginkannya.

Namun Bila Kau Tidak Mempunyai Segalanya dan Ia Masih Mencintaimu, Itu Ketulusan
Barulah akan menjadi sesuatu yang langkan, bila menemukan wanita yang masih mau setia pada pasangannya saat pasangannya tidak memiliki segalanya. Apalagi jika pasangnmu dirasa memiliki bayak kelebihan yang bisa mencari orang lain yang lebih sempurna dari dirimu. Kalau dia masih tetap bertahan mencintaimu dan segenap kekurangan serta keterbatasanmu berarti wanita itu benar-benar tulus mencintai kamu lahir dan batinnya.

Pada Dasarnya Wanita Butuh Perlindungan, Butuh Rasa Aman, Selama Mereka Masih Menemukan Itu Darimu Mereka Pasti Akan Tetap Setia
Setia kepada cintamu adalah pilihan, komitmen, menjadi satu hati dan tetap tinggal di dalamnya meskipun ada begitu banyak tawaran bagus sebagai alasan untuk meninggalkannya. Pada dasarnya wanita butuh perlindungan, butuh rasa aman (baik secara ekonomi maupun secara fisik), mereka butuh kebanggaan dan itu mereka harapkan dari sang lelaki. Selama mereka masih bisa menemukan itu semua dari dalam dirimu maka mereka akan selalu setia pada pasangannya dalam keadaan apapun.

sumber http://duapah.com/kesetian-seorang-wanita-itu-diuji-disaat-pasangannya-tidak-memiliki-apa-apa/
Read more

Sunday, 24 February 2019

Gaji Langsung Habis di Tanggal Muda? Baca Hadits Nabi Ini

Galau karena gaji langsung habis di tanggal muda? Untuk nafkah istri, bayar listrik, air, biaya pendidikan anak dan keperluan keluarga lainnya? Semestinya tidak demikian jika Anda membaca hadits-hadits ini.

Hadits pertama

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau belanjakan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau belanjakan untuk orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu” (HR. Muslim)


Jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu (misalkan Rp 3 juta) habis untuk menafkahi istri dan anak-anak, lalu engkau tidak bisa sedekah untuk kaum dhuafa’ dalam jumlah banyak. Sesungguhnya nafkah untuk istri dan anak merupakan sedekah, bahkan pahalanya lebih besar daripada sedekah lainnya.

“Nafkah kepada keluarga itu lebih utama dari sedekah yang hukumnya sunnah,” terang Imam Nawawi.

Hadits kedua

أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

“Dinar yang paling utama yang dibelanjakan oleh seorang lelaki adalah dinar yang ia belanjakan untuk keluarganya, dinar yang ia belanjakan untuk kudanya di jalan Allah (perlengkapan jihad), dinar yang ia belanjakan untuk sahabat-sahabatnya di jalan Allah” (HR. Muslim)

Jangan galau, jangan bersedih hati jika gajimu habis untuk menafkahi istri dan anak-anak. Sebab menafkahi istri dan anak-anak merupakan sedekah utama, bahkan lebih utama daripada membiayai jihad di jalan Allah. “Beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memulai dari keluarga,” demikian Abu Qilabah menyimpulkan urutan keutamaan dalam hadits ini.

Hadits ketiga

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Apa yang engkau nafkahkan untuk makanmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan anakmu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan istrimu, ia dinilai sebagai sedekah bagimu. Apa yang engkau nafkahkan untuk makan pembantumu, ia juga dinilai sebagai sedekah bagimu.” (HR. Ahmad)

Masya Allah… bahkan apa yang kita makan, yang kita nafkankan untuk makan anak, istri dan pembantu juga dinilai sebagai sedekah.

Masihkah dirimu galau? Sungguh rahmat Allah sangat luas. [Muchlisin BK/Webmuslimah] sumber : http://webmuslimah.com/gaji-langsung-habis-di-tanggal-muda-baca-hadits-nabi-ini/
Read more

Mengapa ya Orang Baik Sering Terluka?

Orang baik di zaman yang seperti ini sudah agak sulit dicari dan dibedakan. Apalagi sekarang ini sudah banyak orang-orang munafik yang memiliki beberapa topeng untung berhadapan dengan orang lain. Sebenarnya tidak ada ruginya menjadi orang baik, justru akan mendatangkan kebaikan pula baginya.

Sebuah renungan singkat mengapa orang baik sering terluka. Semoga renungan ini bisa membuka pola pikir kita terhadap pengorbanan orang baik. Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam semesta kebahagiaannya, ia tidak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya
sedikit.

Kenapa orang baik sering tertipu? Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tidak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.



Kenapa orang baik sering dihina? Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya. Ia hanya harus menerima, meski bukan ia yang memulai perkara.

Kenapa orang baik sering meneteskan air mata? Karena orang baik tidak ingin membagi kesedihan. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu saat Allah akan mengganti kesedihannya dengan kebahagiaan.

Tapi, kenapa orang baik tak pernah membenci orang yang melukainya? Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah yang mengarahkan gerak-gerik hidupnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-Nya. Itulah sebabnya orang orang baik tidak memiliki dendam dalam kehidupannya.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang baik. Aamiin. (islampos)
Read more

Ingat, Sesudah Aqat Nikah Sunnah Membaca Doa Ini, Peganglah Ubun-Ubun nya

Saudaraku seislam yang saya muliakan, ketika ijab qobul atau akad nikah selesai dinyatakan, seorang suami hendaklah memegang ubun-ubun istrinya seraya menyebut nama Allah Ta’aala (yakni mengucap bismillaah).


Mendoakan keberkahan untuk rumah tangganya, kemudian berdoalah untuk istrinya dengan doa berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allaahumma innii as-aluka khayraha wa khayra maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika min syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya.

sumber http://yusrizalaswajacenter.blogspot.co.id/2016/07/ingat-sesudah-aqat-nikah-sunnah-membaca.html?spref=fb
Read more

Friday, 14 October 2016

Hal Yang Menyebabkan Hati Menjadi Mati

Di bawah ini hadist tentang " Hal Yang Menyebabkan Hati Menjadi Mati ". Semoga artikel ini membuat kita sadar agar tidak terlalu banyak tertawa secara berlebihan.


Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)



Penjelasan ringkas:

Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana dan pertengahan. Tatkala Islam mensyariatkan untuk banyak tersenyum, maka Islam juga melarang untuk banyak tertawa, karena segala sesuatu yang kebanyakan dan melampaui batas akan membuat hati menjadi mati. Sebagaimana banyak makan dan banyak tidur bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh, maka demikian pula banyak tertawa bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh. Dan jika hati sudah mati maka hatinya tidak akan bisa terpengaruh dengan peringatan Al-Qur`an dan tidak akan mau menerima nasehat, wal ‘iyadzu billah.

Karenanya tidaklah kita temui orang yang paling banyak tertawa kecuali dia adalah orang yang paling jauh dari Al-Qur`an.
Adapun hukum banyak tertawa, maka lahiriah hadits Abu Hurairah di atas menunjukkan haramnya, karena hukum asal setiap larangan adalah haram. Apalagi disebutkan sebab larangan tersebut adalah karena bisa mematikan hati, dan sudah dimaklumi melakukan suatu amalan yang bisa mematikan hati adalah hal yang diharamkan.

Adapun tertawa sesekali atau ketika keadaan mengharuskan dia untuk tertawa, maka ini adalah hal yang diperbolehkan. Hanya saja, bukan termasuk tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam jika seorang itu tertawa sampai terbahak-bahak. Karenanya tertawa terbahak-bahak adalah hal yang dibenci walaupun tidak sampai dalam hukum haram, wallahu a’lam.


Sumber : al-atsariyyah



catatan : Tertawa berlebihan tidak akan membuat kalian menjadi awet muda.
Read more

Dosa Diampuni Karena Menolong Anak Kucing

Assalamu'alaikum wr. wb.

Inilah rahasia dari Imam As-Syibli yang memiliki nama Syeikh Abu Bakr ibn Dulaf ibn Jahdar. Ia dikenal sebagai ulama sufi yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dan berguru kepada banyak ulama di zamannya. Dengan ketaatan yang tinggi dalam hal ibadah, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa seseorang bisa diampuni dosanya, seperti kisah Imam As-Syibli, kebaikan yang remeh pun bisa menjadi penolongnya.

Kisahnya

Imam As-Syibli dikenal juga dengan keistiqomahannya dalam beribadah dan shalat serta puasa. Akan tetapi, dari sekian banyak amal ibadah yang dialkukan Imam As-Syibli semasa hidup, hanya satu amalan yang menurut orang lain ringan, yang dapat menghapus dosa As-Sibli dan berhasil meraih ampunan Allah SWT.

Di dalam kitab Nashaih Al Ibad karya Syeikh Imam Nawai Al-Batani dikisahkan, setelah sekian waktu lamanya Imam As-Syibli wafat, ada seorang temannya yang memimpikannya. Dalam mimpinya itu terlihat Imam As-Syibli nampak mendapatkan nikmat kubur.
"Wahai Imam As-Syibli, apa yang diperbuat Allah SWT kepadamu?" tanya temannya.
"Allah telah menempatkanku di tempat yang mulia," jawab Imam As-Syibli.
"Tolong beritahu aku amal apa yang engkau perbuat sehingga mendapatkan kemuliaan itu?" pinta temannya.

Mendapatkan Ampunan Allah SWT

Imam As-Syibli pun bercerita bahwa dirinya pernah ditanya Allah SWT tentang amal yang membuat ampunan datang kepadanya. Imam As-Syibli menjawab kalau dirinya telah melakukan amal baik dan ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi, jawaban itu disangkal oleh Allah SWT. Imam As-Syibli pun langsung menjawab amal lainnya.

"Mungkin karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku," kata Imam As-Syibli.
Namun, lagi-lagi penyataan itu ditolak oleh Allah SWT. Imam As-Syibli lantas mencoba mengingat-ingat amal baiknya lagi semasa hidupnya.

"Atau mungkin karena kelanggenganku dalam mencari ilmu," tebaknya.
Pernyataan itu kembali disangkal oleh Allah SWT hingga akhirnya Imam As-Syibli menyerah. Ia kemudian berkata,
"Ya Rabbi, semua itu adalah amalanku yang karenya aku harap Engkau mau memaafkanku."

Kemudian Allah SWT berfirman,
"Semua itu tidaklah membuatKu mau mengampunimu."


Imam As-Syibli Menolong Anak Kucing

Imam As-Syibli lantas bertanya,
"Lalu, karena apa Engkau berkenan mengampuniku?"

Allah SWT berfirman,
"Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di pinggiran kota Baghdad, engkau menemukan seekor anak kucing yang kedinginan dan merapatkan tubuhnya ke sebuah tembok. Kemudian karena merasa kasihan, engkau mengambil anak kucing itu dan memasukkannya ke dalam saku jubahmu agar ia terjaga dari kedinginan?"
"Iya," jawab Imam As-Syibli.

Allah SWT berfirman,
"Karena rasa kasihmu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu."

Imam As-Syibli bersyukur telah mendapatkan ampunan Allah SWT. Ia sendiri tak menyangka jika amal menolong kucing itulah yang mengantarkannya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Setelah mendapatkan penjelasan itu, teman Imam As-Syibli sadar bahwa amal ibadah yang dilakukan di dunia aini tidak menjadi jaminan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Bisa jadi ampunan itu karena amal-amal lain yang mungkin ringan dan remeh untuk dikerjakan, seperti menolong hewan dan tumbuhan.

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Read more

Berapa Lama Suami Boleh Bepergian Meninggalkan Istrinya?

Assalamu’alaikum…
Wahai Syaikh, berapa lamakah seorang suami boleh bepergian meninggalkan istrinya? Misalnya ia pergi ke luar negeri untuk bekerja? Memang sebagai istri kita suka suami sukses dan mendapatkan ekonomi yang lebih baik untuk masa depan keluarga, namun istri juga butuh nafkah batin…

JAWABAN

Wa’alaikum salam warahmatullah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفَى وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًا

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Pertanyaan ini sangat penting di zaman yang sering kali orang mengabaikan agamanya dan pada saat yang sama mengabaikan kewajiban-kewajibannya.


Hal mendasar yang perlu dipahami adalah, pernikahan bukanlah sekedar menyatukan dua insan untuk eksis dan berdaya secara finansial. Lebih dari itu, tujuan pernikahan dalam Islam adalah terealisasinya ketenangan, cinta dan kasih sayang bagi pasangan suami istri. Lebih tepatnya: sakinah, mawaddah wa rahmah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar Rum : 21)

Salah satu hal yang membuat suami istri tenang, tenteram, adalah ketika kebutuhan biologisnya terpenuhi. Hal ini tidak dapat dipenuhi selain dengan pernikahan. Karenanya, kebersamaan suami istri dalam rangka menunaikan hak dan kewajibannya, termasuk hak dan kewajiban biologis ini, menjadi niscaya. Kalaupun suami istri berpisah karena alasan tertentu, khususnya dalam rangka bekerja, harus ada waktu-waktu tertentu untuk bertemu dan menunaikan hak kewajibannya masing-masing.

Sampai berapa lamakah maksimal waktu itu? Profesor Fiqih Universitas Al Azhar Syaikh Dr Su’ad Shalih mengatakan, “Batas maksimum suami diperbolehkan berada jauh dari istrinya adalah empat bulan, atau enam bulan menurut pendapat para ulama Hanbali. Ini adalah periode maksimum seorang wanita dapat bertahan pemisahan dari suaminya.”

Syaikh Su’ad menambahkan, suatu malam ketika Khalifah Umar bin Khattab berkeliling Madinah beliau mendengar seorang wanita bersyair:

Malam ini panjang, berselimut dingin dan kegelapan;
Saya tidur sendiri tanpa teman
Demi Allah, seandainya bukan karena takut kepada-Nya
Niscaya ranjang itu sudah bergoyang

Setelah menyelidiki, Umar menemukan bahwa suami wanita tersebut telah ditugaskan di kelompok militer untuk waktu yang lama. Umar kemudian bertanya putrinya, Hafsah, janda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berapa lama seorang perempuan dapat bertahan ditinggal pergi suaminya?”
“Empat bulan,” jawab Hafshah.

Lantas Umar pun memutuskan bahwa ia tidak akan mengirim pria yang sudah menikah jauh dari istrinya untuk jangka waktu lebih dari empat bulan.

Sementara itu, Mufti Ibrahim Desai menambahkan, “Seseorang yang sudah menikah bisa tinggal jauh dari istrinya selama periode yang disepakati bersama. Namun, jika istri tidak senang suaminya lama pergi jauh darinya, maka suami harus bertemu istrinya setidaknya sekali setiap empat bulan.

Wallahu a’lam bish shawab. [onislam.net/keluargacinta.com] /http://keluargacinta.com/berapa-lama-suami-boleh-bepergian-meninggalkan-istrinya/
Read more

Papa, Kembalikan tangan Ita….! Ita janji tidak nakal lagi, papa!

Untuk para orang tua yang anaknya kreatif, jangan lagi dipukul ya.. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang seorang anak kecil bernama Ita yang memohon pada papanya untuk kembalikan tangannya.

Sebagai orang tua kita patut menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati.
Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa.


Mengajar dan memberikan pembelajaran dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.

Papa, Kembalikan Tangan Ita
Inilah kisah nyata itu:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.


Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu berwarna putih, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ayam dan gambarnya sendiri dan sebagainya untuk mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, ‘Kerjaan siapa ini?’ Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !’ ‘Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?’ hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata ‘Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!’ katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. ‘Oleskan obat saja!’ jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. ‘Ita demam…’ jawab pembantunya ringkas.

‘Kasih minum obat penurun panas ,’ jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. ‘Sore nanti kita bawa ke klinik’ kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

‘Tidak ada pilihan..’ katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.

‘Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah’ kata dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

‘Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.’ katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

‘Ita juga sayang Kak Narti..’ katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

‘Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,’ katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.


Pelajaran yang sangat berharga buat para orang tua, anak nakal itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri pada anak dan jangan bergantung pada pembantu. karena mereka sejatinya hanya membantu. Tugas utama mendidik anak ada di tangan anda!!! [HP – Sebarkanlah.com /indo24h.com]http://www.sebarkanlah.com/papa-kembalikan-tangan-ita-ita-janji-tidak-nakal-lagi-papa/
Read more

5 Sikap Istri yang Didamba Suami | ISTRI WAJIB BACA

Interaksi suami isteri dalam rumah tangga bisa mengalami pasang surut. Adakalanya harmonis, tidak jarang juga muncul kerenggangan. Bergulirnya waktu, kerap mendidik suami isteri untuk bisa menjadi pasangan yang dewasa dalam bersikap.


5 sikap isteri berikut ini merupakan di antara hal yang didamba suami. Yaitu:

1. mengungkapkan keluhan seperlunya saja

Sebagian isteri kadang sulit membedakan antara isi keluhan dengan perasaan yang melatar belakangi keluhan. Tidak jarang, keluhan yang diungkapkan menjadi seperti benang kusut. Tidak jelas mana awal, isi, dan ujungnya


Cobalah membiasakan diri untuk mengurai isi keluhan. Kalau agak sulit, membuat coret-coretan di kertas juga tidak masalah. Tentukan inti masalahnya, apa yang diperlukan dari suami, dan bagaimana usulan solusi dari isteri.

Contoh, ketika isteri ingin menyampaikan kekosongan isi dapur. Urai dulu mana yang penting, mana yang mendesak, dan mana yang penting dan mendesak. Sampaikan dengan tenang hal utama yang mau disampaikan. Apa yang diharapkan dari tindakan suami. Dan, siapkan usulan solusi yang bisa dilakukan secara bersama.

Cara yang salah mengungkapkan ini contohnya, isteri hanya menyampaikan rasa pusingnya dengan kekosongan dapur. Lebih parah lagi disampaikan dengan iringan  tangis dan marah. Dan terlalu mengandalkan suami untuk bisa mengatasi ini secara keseluruhan. Tanpa ada usul solusi dari isteri.

2. Senyum sebagai tampilan awal pertemuan dengan suami

Senyum merupakan ungkapan bahagia yang diharapkan semua orang dari kita. Dengan senyum, orang yang dirundung masalah, bisa melupakan sesaat masalahnya.

Begitu pun senyum seorang isteri kepada suami. Seberapa lama pun perpisahan suami dengan isteri dalam satu hari, jadikan senyum sebagai tampilan awal pertemuan. Walaupun saat awal pertemuan itu, isteri menyimpan segudang keluhan dan masalah.

Inilah latihan rutin untuk mencapai kedewasaan berumah tangga. Karena senyum wujud ungkapan seseorang memiliki jiwa yang begitu besar, anggun, sabar, dan bijaksana.

3. Berusaha tampil bersih dan wangi saat bertemu suami

Bayangkan ketika seorang wanita akan bertemu dengan seorang lelaki yang dicintai. Ia bukan hanya akan bersih-bersih, tapi juga memaksimalkan aksesoris yang bisa ia tampilkan dalam dirinya. Semua itu, demi sebuah ungkapan cinta dari lelaki yang ia tuju. Baik ungkapan dalam bentuk ucapan, maupun dalam perbuatan.

Suami adalah kekasih dan cinta yang permanen buat seorang isteri. Ia bukan mantan kekasih, mantan pacar, dan mantan yang lain. Suami adalah sosok yang selalu menjadi kekasih, dan selalu menjadi pacar untuk isterinya.

Karena itu, penghormatan sederhana seorang isteri terhadap harapan kelanggengan cintanya kepada suami adalah tampilan bersih, rapi, dan wangi. Sesulit apa pun keadaan isteri saat akan bertemu suaminya, bersih, rapi dan wangi sebaiknya menjadi prinsip. Setidaknya, ia mencuci muka, dan mengganti busana yang bersih.

4. Mengisi pertemuan dengan sentuhan

Setegang dan seserius apa pun suasana pertemuan antara isteri dan suami, sentuhan harus selalu ‘hidup’. Sentuhan seorang isteri biasanya mampu menghaluskan kekakuan rasio berpikir seorang suami. Walaupun hanya menyentuh tangan suami.

Jangan pernah menjadikan suasana pertemuan suami isteri seperti sebuah rapat organisasi. Posisikan cara berdiri, duduk, yang memberikan kesan sentuhan yang dalam kepada suami.

Walaupun, suami seperti bereaksi agak kikuk atau sungkan. Tapi sebenarnya, itulah yang diharapkan suami terhadap isteri.

5. Memberikan ruang kepada suami sebagai penggagas awal atau penemu solusi

Kenyamanan keberadaan seorang suami bersama isterinya adalah ketika ia merasakan bahwa ia memang sebagai pemimpin di hadapan isteri. Dialah yang mampu memberikan solusi dari sebuah masalah, berwawasan luas, dan berada di atas pemikiran seorang isteri.

Karena itu, upayakan agar kecerdasan seorang isteri tidak seolah melampaui suami. Terlebih dalam banyak hal. Isteri yang disenangi suami adalah mereka yang mampu membuat kecerdasannya seolah buah dari kecerdasan suami.

Walaupun sebenarnya, kecerdasan dan wawasan isterilah yang melampaui wawasan suami. Seorang isteri yang disenangi suami akan mengatakan, “Menurut Mas gimana?” (Upaya isteri untuk memancing berpikir suami) Atau, kalau saya usul begini, Mas keberatan gak?” (Upaya isteri untuk mencangkok gagasannya kepada pemikiran suami). Dan lain-lainnya. (mh)https://www.chanelmuslim.com/keluarga/lima-sikap-isiteri-yang-didamba-suami/14078/
Read more

Tuesday, 11 October 2016

Kisah Nabi Sulaiman dan Semut Merah

Kisah ini akan menyajikan suatu cerita pada zaman Nabi Sulaiman yang kaya raya dan dianugerahi kelebihan untuk berkomunikasi dengan semua binatang yang ada di dunia ini.
Salah satu kisah yang diceritakan dalam Al Qur'an adalah bahwa Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan semut.

Tentu kita ingat dengan doa dari Nabi Sulaiman yang meminta kepada Allah SWT untuk dianugerahi kerajaan besar, dan tak seorang pun manusia setelahnya yang akan memilikinya.
Dan doa ini dikabulkan oleh Allah SWT, dan sampai saat ini pun janji Allah untuk menepati permintaan Nabi Sulaiman telah terbukti. Bahkan Nabi kita, Rasulullah SAW juga telah menyadari akan doa Nabi Sulaiman ini dalam ayat Al Qur'an, mungkin akan diceritakan lain kali saja.

Semut

Kisahnya.
Ketika rombongan Nabi Sulaiman a.s akan melintasi lembah yang ditempati sebagai sarang semut, dan Beliau menyeru kepada semut-semut itu agar berlindung.
Atas kebijakan Nabi SUlaiman inilah semut-semut itu memberikan pujian kepada Nabi Sulaiman.

Pada masa-kanak-kanak, Nabi Sulaiman sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian dalam mempertimbangkan dan mengambil suatu keputusan. Sebuah peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otak Nabi Sulaiman dibuktikan dengan kecerdasannya dalam memecahkan beberapa masalah.

Salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Sulaiman adalah mengerti bahasa binatang. Suatu hari rombongan besar Nabi Sulaiman hendak menuju lembah Asgalan, dan rombongan itu terdiri dari Nabi Sulaiman dan umatnya, malaikat, jin serta binatang-binatang.
Ditengah perjalanan, Beliau menyuruh rombongannya berhenti.

"Berhentilah sejenak, kita beri waktu kepada makhluk ALlah untuk menyelamatkan diri," ucap Nabi Sulaiman.
"Wahai Nabiyullah, mengapa kita tiba-tiba berhenti di tengah jalan," tanya salah satu rombongan.
"Di depan ada lembah semut yang di dalamnya terdapat jutaan semut, mereka akan kusuruh untuk berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan kita," jawab Nabi Sulaiman.
Dari jarak yang cukup jauh itu, Nabi Sulaiman nampaknya mendengar dialog Raja Semut yang menyuruh para semut untuk berlindung. Sungguh mukjizat yang sangat hebat sob, seseorang bisa mendengar pembicaraan hewan dari jarak yang jauh lagi, dialah Nabiyullah Sulaiman, Raja segala raja yang pernah hidup di dunia ini, dan tak pernah ada seorang rajapun di dunia ini sehebat Beliau.

Pujian Semut.
"Hai semut-smur, masuklah kalian ke dalam sarang agar selamat dan tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman," ucap Raja Semut.
Nabi Sulaiman tersenyum mendengar suara semut yang ketakutan itu.
Ketika kaum semut itu tengah sibuk menyelamatkan diri, Nabi Sulaiman menyuruh kepada rombongannya untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Sungguh Anugerah Allah, meskipun diberi kekuatan hebat pun Nabi Sulaiman ini tidak pernah sombong, rasa syukur yang selalu Beliau ucapkan sob.

Setelah beberapa saat berhenti, Nabi Sulaiman dan rombongannya kembali meneruskan perjalanan.
Ketika melintasi lembah semut itu, Nabi Sulaiman dan rombongannya mendapatkan pujian dari Raja Semut. Kaum semut bersyukur karena sarangnya tidak rusak oleh rombongan Nabi Sulaiman.

"Kami takjub kepada Nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang, sehingga tidak ada satupun yang terbunuh diantara kami," kata Raja Semut.

Kisah ini merupak cuplikan dari ayat Al Qur'an surat An-Naml ayat 18 yang artinya,
"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
(QS. An-Naml: 18).
Read more

Tahukah Anda? Inilah Perbuatan Penghalang Rezeki Kita. Anda Pasti Pernah Melakukannya!!

Dalam sebuah majelis yang digelar dan ustaz Yusuf Mansur menjadi penceramahnya, beliau mengutarakan bahwa ada 10 dosa besar yang bisa menghambat rezeki. Dosa-dosa tersebut bisa dosa kepada Allah dan bisa juga dosa kepada sesama manusia. Bila anda merasa rezeki anda seret, cobalah identifikasi diri anda apakah anda melakukan salah satu atau beberapa dosa besar yang akan kami kutip satu persatu dari ustaz Yusuf Mansur.

Apa saja dosa-dosa besar tersebut hingga dapat menjadi penghambat turunnya rezeki dari Allah? Silakan indetifikasi diri anda apakah anda pernah melakukan dosa besar yang pernah diuraikan oleh ustaz Yusuf Mansur berikut ini :


10 Dosa Besar

1. Syirik (Menyekutukan Allah)

Syirik adalah dosa besar penghalang rezeki, syirik adalah dosa yang tidak diampuni. Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan masih syirik maka ia akan berada dalam neraka selamanya.

2. Meninggalkan Sholat

Sholat adalah wajib, meninggalkan sholat adalah dosa besar. Ada baiknya anda selalu menjaga sholat anda, sebisa mungkin ditunaikan. Sebaiknya ketika panggilan Allah (azan) berkumandang segeralah penuhi panggilannya, jangan ditunda. Nggak mau juga kan rezekinya ditunda oleh Allah.

3. Durhaka Kepada Orang Tua

Surga ditelapak kaki ibu, durhaka kepada kedua orang tua sama saja menjauhkan diri dari surga. Sekaligus menjauhkan dari rezeki yang halal.

4. Zin4

Bagaimanapun jangan pernah melakukan zin4. Hukuman orang yang berzin4 sangatlah berat dan juga termasuk dari dosa besar.

5. Rizki Haram

Perolehlah rizki dengan cara yang halal, dengan usaha yang halal. Rizki yang diperoleh secara haram bisa memutus rizki halal karena rizki haram adalah termasuk dosa besar penghalang rezeki halal.

6. Minum Khamr

Minuman keras atau khamr merupakan minuman yang memabukkan. Terdapat banyak hal yang mudharat pada khamr ini. Jauhilah khamr karena Allah.

7. Memutus Silaturahim

Memutus silaturahim merupakan hal yang menghalangi rezeki, sebaliknya menyambung silaturahim adalah hal yang mendatangkan rezeki.

8. Menuduh dan Bersaksi Palsu

Hati hati dengan ucapan anda, mulutmu harimaumu. Terkadang mulut susah untuk dikendalikan, tapi cobalah berkata yang baik atau diam.

9. Kikir dan Pelit

Kikir merupakan dosa penghalang rezeki, jauhilah kikir. Sebaliknya dermawan, suka menolong merupakan sikap yang mendatangkan rezeki.

10. Ghibah

Ghibah atau gosip, membicarakan keburukan orang merupakan dosa besar! Awas, ghibah juga bisa dalam acara televisi. (klikpintar-islampos)

Sumber :liputan6-com.blogspot.co.id / http://www.wajibshare.xyz/2016/03/tahukah-anda-inilah-perbuatan.html
Read more

BERUNTUNGLAH ANDA YANG MELAKUKAN INI, INI JANJI ALLAH UNTUK SIAPA SAJA YANG SUKA MEMAAFKAN KESALAHAN PASANGANNYA


Siapa pun Anda pasti menginginkan pasangan hidup yang sempurna. Memiliki pasangan hidup yang berakhlak mulia tanpa cela, wajah rupawan serta kekayaan yang menjadikannya hartawan merupakan hal yang menjadi idaman. Namun seringkali yang menjadi harapan hanyalah tinggal harapan. Pasangan hidup yang didambakan justru penuh dengan kesalahan. Namun ingat, jika kita sering memaafkan kesalahan pasangan, ada pahala besar yang pasti kita peroleh.

Bagi seorang laki-laki, kesalahan utama yang sering dilakukan adalah mendambakan seorang istri shalihah, berparas cantik, berpenampilan menarik, berasal dari keturunan baik-baik dengan harta kekayaan selangit.

Begitu pun bagi seorang wanita, pasti yang didambakan untuk menjadi pasangan hidupnya adalah laki-laki yang shalih, berparas tampan, punya pekerjaan yang mapan, bersikap penuh tanggung jawab dan mampu menundukkan pandangan pada wanita lain di luaran.

Wajar dan manusiawi memang.

Akan tetapi jika kenyataan berkata sebaliknya lalu kita depresi berat karena rasa kecewa yang memuncak, ini sudah menjadi hal serius yang harus segera ditangani. Apalagi jika ekspetasi tinggi yang tidak berwujud nyata ini akhirnya memicu perceraian.

Contohnya lelaki yang kini menjadi pasangan hidup kita ternyata adalah suami yang hobinya begadang sampai larut malam. Jangankan shalat, sadar bahwa waktu shalat telah lewat pun rasanya tidak. Ia pun senang nongkrong bersama teman-temannya ketimbang giat bekerja. Bau badannya menyengat karena selain malas mandi, ia juga pecandu rokok yang cukup berat. Sementara ketika tidur, dengkurannya acapkali mengganggu dan membangunkan kita di tengah malam.

Kemudian tentang kebersihan rumah, jangankan membantu membereskan rumah justru ia malah menambah seisi rumah menjadi berantakan dengan berbagai barang yang tidak jelas kegunaannya. Belum lagi kebiasaannya yang sering lupa meletakkan sesuatu. Ia pun sering meledak marah hanya karena kesalahan kecil yang kita lakukan.

Sungguh menyebalkan, bukan?

Begitu pun dengan istri yang kini menemani hari-hari kita selaku suami dimana sang istri tak pernah berdandan untuk seorang imam keluarga. Baju yang dikenakannya hampir menjadi pusat percampuran antara bau apek dengan bau keringat.

Rambutnya yang panjang, jarang ia sisir dan keramasi hingga nampak gimbal tak karuan. Ditambah lagi kentutnya begitu kencang dan tak peduli kita ada di sisinya. Begitu pun caranya berbicara yang laksana mobil tanpa rem.

Kewajibannya sebagai ibu rumah tangga dilewatkannya begitu saja karena ia tak pandai merawat rumah. Lantai yang kotor ia biarkan menebal karena jarangnya aktivitas menyapu dan mengepel. Dapur yang harusnya menjadi sebuah istana bagi seorang istri seakan seperti kapal pecah setiap ia habis memasak. Selain itu ia pun pencemburu buta yang membuat kita merasa tidak nyaman.

Hobinya yang suka berbelanja ia biarkan mengakar tanpa pernah melihat kondisi keuangan kita yang kerja keras demi mencukupi kebutuhan dasar. Jika terjadi permasalahan, lemparan piring dan gelas pun menjadi peluap emosinya yang meledak-ledak.

Sehari dua hari, seminggu dua minggu mungkin kita masih bisa mencoba bersabar. Namun jika sifat jelek pasangan tak kunjung berubah, lambat laun akan mengikis ketebalan kesabaran hingga setipis-tipisnya. Jika sudah seperti itu, keutuhan mahligai rumah tangga kita mulai dipertaruhkan.

Kepemimpinan kita sebagai seorang suami akan mulai diuji. Begitu pun ketaatan kita sebagai seorang istri dituntut pembuktiannya.

Dalam kondisi tersebut, setan semakin berkerumun dan bergembira serta membisikkan saran agar lebih baik bercerai saja kepada kita dan pasangan. Naudzubillah!

Jika ini terjadi, ingatlah baik-baik firman Allah Ta’ala berikut ini:

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa: 19)

Ingatlah pula sabda Rasulullah SAW berikut:

“Tidaklah seorang hamba memberi maaf, kecuali Allah Ta’ala tambahkan kemuliaan baginya. Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ (rendah hati) karena Allah Ta’ala, kecuali Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Jadi bersabarlah dan pertebal kesabaran kita baik sebagai seorang suami maupun seorang istri karena pahala memaafkan kesalahan pasangan sangatlah besar baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan manusia.

Maafkanlah kesalahan demi kesalahannya karena di balik kesalahannya yang tidak kita sukai, mungkin justru Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.

Ingatlah !!!

Memberikan maaf bukan berarti merendahkan derajat,

Memberikan maaf bukan pula perlambang kelemahan,

Namun memberikan maaf justru akan menambah kemuliaan kita.

Sumber : http://www.muslimsatu.com/2016/04/ini-janji-allah-untuk-siapa-saja-yang.html
Read more

Batasan Diperbolehkannya Dusta kepada Istri | SUAMI WAJIB BACA

Rasulullah mensabdakan, ada tiga perkataan dusta yang diperbolehkan. Pertama, berdusta dengan maksud mendamaikan orang/pihak yang sedang berselisih. Kedua, berdusta dalam peperangan. Ketiga, dusta suami kepada istrinya dan dusta istri kepada suaminya.

عَنْ أُمِّهِ أُمِّ كُلْثُومٍ بِنْتِ عُقْبَةَ قَالَتْ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَخِّصُ فِى شَىْءٍ مِنَ الْكَذِبِ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ لاَ أَعُدُّهُ كَاذِبًا الرَّجُلُ يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ يَقُولُ الْقَوْلَ وَلاَ يُرِيدُ بِهِ إِلاَّ الإِصْلاَحَ وَالرَّجُلُ يَقُولُ فِى الْحَرْبِ وَالرَّجُلُ يُحَدِّثُ امْرَأَتَهُ وَالْمَرْأَةُ تُحَدِّثُ زَوْجَهَا

Dari Ummu Kulsum binti Uqbah, ia berkata, aku belum pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan sedikitpun kepada seseorang untuk berdusta kecuali dalam tiga perkara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Aku tidak menganggap berdusta seseorang yang mendamaikan manusia lalu ia mengatakan sesuatu dengan maksud mendamaikan, seseorang yang berbicara dalam (siasat) perang , dan seorang suami yang berbicara kepada istrinya atau istri yang berbicara kepada suaminya” (HR. Abu Dawud; shahih)


Apa maksud bolehnya suami berdusta kepada istrinya dan istri berdusta kepada suaminya dalam hadits ini? Apa batasannya?

Dusta yang diperbolehkan di sini adalah dusta dalam rangka menyenangkan suami atau istri dan membuatnya semakin cinta. Yakni dusta saat merayu dan memujinya.

“Dusta yang yang diucapkan oleh suami kepada istrinya atau istri kepada suaminya yang bertujuan untuk menguatkan kecintaan dan menghindari perpecahan,” kata Dr Karim Asy Syadzili ketika menerangkan hadits tersebut.

Misalnya suami melihat istrinya berhias untuk dirinya, dengan pakaian yang baru dibelinya. Sebenarnya, menurut suami, rias malam itu membuat sang istri tampak pucat. Namun demi menyenangkan hati istri, ia mengatakan, “Kamu sangat cantik malam ini, Sayang.”

Paginya, istri memasak sarapan. Keasinan. Ketika ditanya istri, ia menjawab, “Enak sekali sarapannya, ini paling enak sedunia.”

Pun saat istri mengatakan kepada suaminya, “Engkau adalah laki-laki paling tampan di jagat raya, Kanda”.

Umar bin Khattab pernah diminta mengatasi problem keluarga Abu Gharzah. Ia dikenal suka mencaci istrinya. Lalu Umar bertanya kepada Ummu Gharzah apakah ia membuat marah suaminya. Ummu Gharzah mengatakan bahwa suaminya telah mencaci dirinya, namun ia terpaksa berdusta kepada suaminya dengan mengatakan dirinya tidak marah oleh cacian itu. Umar pun memuji Ummu Gharzah.

Jadi, jika dusta itu terkait pujian dan rayuan atau hal-hal yang bertujuan menguatkan cinta, maka hal itu diperbolehkan. Namun jika dusta itu justru membuat hubungan renggang, hal itu masuk kategori dusta yang dilarang. Misalnya suami membohongi istrinya. Gajinya sekian juta hanya mengaku separuhnya dengan maksud menipu istrinya. [Muchlisin BK/Keluargacinta]http://keluargacinta.com/batasan-diperbolehkannya-dusta-kepada-istri/
Read more

Ingin Suami Makin Cinta? Ini Tipsnya | ISTRI WAJIB BACA

Sahabat  siapa sih yang tak ingin dicinta dan disayang suami? Bahkan kebahagiaan tertinggi dalam menjalin sebuah rumah tangga adalah cinta kasih yang terjalin antara suami – istri dan anak-anak.

Tetapi, yang namanya kehidupan rumah tangga pasti ada batu kerikil yang kadang menjadi sandungan dan menyebabkan pertengkaran-pertengkaran kecil.

Apalagi jika usia pernikahan telah berlangsung berpuluh tahun, maka sebagai istri Bunda harus pandai mengambil hati suami sehingga ia makin cinta sama kita.

Nah, tips di bawah bisa sahabat Ummi coba aplikasikan dalam upaya mempererat cinta kasih suami tercinta.

1.  Tampillah hebat all time

Cantik dan muda itu anugerah, tak bisa diminta atau dipilih. Akan tetapi tampil menarik itu kemasan yang bisa kita olah dengan segenap upaya. Nah sahabat Ummi, selalu tampil hebat di hadapan suami menjadi daya tarik tersendiri.



Meski sudah terlampau sibuk dengan urusan rumah tangga dan anak-anak, jangan sampai Bunda meninggalkan berdandan yang cantik untuk suami. Karena tak ada laki-laki yang menyukai wanita lusuh dan tak sedap dipandang mata. Fisik memang bukan segalanya, tapi tampil rapi, bersih dan menarik membuat suasana menjadi lebih cerah tentunya.

2. Bersikap romantis

Kalau belum menikah (masih dalam tahap ta’aruf) kita mati-matian untuk bersikap seromantis mungkin, tapi kalau sudah menikah biasanya lupa akan hal ini. Padahal, bersikap romantis justru sangat diperlukan dalam hari-hari suami-istri lo sahabat Ummi. Sesekali Bunda perlu bersikap manja dan romantis pada suami. Tentu tidak sepanjang hari atau tidak melulu dengan hal-hal yang mewah. Pada momen tertentu cukup lakukan hal-hal sederhana namun berkesan. Misalkan menyiapkan baju sarimbit saat akan menghadiri pesta teman kerja suami atau menggandeng tangannya dengan lembut dan mesra. 

3. Menyambut dengan Senyum

Pulang dari kerja adalah waktu yang tepat bagi Bunda untuk membahagiakan suami. Sambut suami dengan senyum termanis yang Bunda miliki dan dengan dandanan yang sejuk dipandang tentunya. Tak ada yang lebih membahagiakan dari senyum tulus istri sebagai pelepas lelah usai seharian bekerja memeras otak dan tenaga. Jika Bunda memiliki beberapa problem yang perlu dibicarakan, tunda terlebih dahulu. Jangan sampai suami pulang kerja Bunda sambut dengan berbagai keluhan dan omelan. Yang ada suami balik badan dan tak jadi masuk rumah. Biarkan suami melepas lelah terlebih dahulu. Berganti pakaian dan bersih diri hingga ia bersantai.

4. Pandai memanaje uang belanja

Memberi uang belanja adalah kewajiban suami, namun bukan berarti sahabat Ummi harus menghabiskan semuanya bukan? Sisihkan beberapa rupiah untuk berhemat. Dengan rajin menabung dan tidak selalu kurang atas pemberian suami akan membuat suami makin cinta sama kita. Terlebih ketika kita bisa kreatif dalam memanfaatkan dan mengolahnya.

5. Pijit suami sebelum tidur

Sebelum tidur adalah momen berdua dengan suami. Ciptakan suasana menyenangkan agar tidur bisa nyenyak dan menjadi waktu istirahat yang baik. Obrolkan hal-hal ringan yang menyegarkan pikiran. Tawarkan sebuah pijatan baginya sebagai obat pelepas lelah.

6. Persiapkan acara akhir pekan yang menyenangkan

Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu setelah 6 hari sibuk bekerja. Menyambut akhir pekan hendaknya Bunda mempersiapkan hal-hal manis yang bisa dilakukan bersama suami dan anak-anak. Misalkan memasak berbagai aneka makanan sebagai bekal piknik bersama, mengunjungi tempat-tempat kesukaan, atau menyiapkan film favorit untuk dinikmati bersama di rumah.

7. Perhatikan segala yang ia suka

Menjadi istri tentu sahabat Ummi tahu apa yang suami suka dan tidak suka. Perhatikan segala yang ia suka, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, buku kesukaan, atau kegiatan yang suka ia lakukan dalam mengisi waktu luang. Dengan memperhatikan segala kesukaannya ia akan merasakan energi cinta Bunda dan suami pun akan balik semakin cinta sama kita.

8. Jangan nomor duakan

Tak ada suami yang suka dinomorduakan bahkan dengan anak atau orang tua sekalipun. Bunda harus pandai dalam bersikap sehingga suami tidak merasa dinomorduakan. Apalagi membanding-bandingkannya dengan suami teman atau tetangga. ”Haduhhh... mas gimana sih gitu aja kok nggak bisa. Pak Z aja yang tamatan SMP bisa kok!” alih-alih suami akan berupaya untuk bisa melakukannya, ia akan menjaga jarak aman agar terhindar dari komentar-komentar kita.

9. Beri pujian

Sebagaimana wanita, laki-laki juga suka dipuji. Terlebih oleh orang yang dicintainya. Puji suami kita seperlunya, asalkan jangan dibuat-buat dan terkesan basa-basi lo. Pahami suami dan berikan pujian pada waktu dan tempat yang tepat sehingga mengena di hatinya.

10. Jadilah teman curhat yang hebat

Saat suami tampak banyak pikiran, sahabat Ummi harus mengambil peran sebagai teman curhat yang hebat. Dengarkan keluh kesahnya dan berikan pendapat seperlunya. Jika ada yang salah, jangan salahkan suami dengan serta merta. Arahkan secara perlahan dan jangan terkesan menggurui. Sahabat Ummi harus bisa menjadi teman curhat yang bisa dipercaya.

Nah sahabat Ummi, itu adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan agar suami makin cinta. Selebihnya Bunda bisa melakukan eksplorasi sendiri untuk memikat hati suami pujaan. Tentu kita lebih mengerti dan memahami style suami masing-masing. Karena setiap orang punya ciri dan karakter yang berbeda. Selamat mencoba ya sahabat Ummi...
sumber http://www.ummi-online.com/detailpost/ingin-suami-makin-cinta-ini-tipsnya
Read more

Wednesday, 5 October 2016

Menangis Bukan Karena Kita Lemah

Sahabat Surgaku…
Pernahkah kita menangis?
Sudahkah kita menangis hari ini?

Atau….
Betapa sulitnya kita menangis?

Atau….
Kita malu jika harus menangis?

Apakah hati kita mudah disentuh oleh keagungan Nya?

Apakah hati kita mudah terenyuh kala merasakan betapa besar kasih sayang Nya?

Menangislah karena mampu merasakan cinta kepada Nya.
Menangislah karena telah sering melalaikan Nya.
Dan menangislah karena kita mendurhaka pada Nya.

Menangis itu perlu, karena banyak hal yg harus kita tangisi.


Teringat kata yang terlontar hingga datang petaka.
Terlintas sikap tak layak ada hingga datangkan lara di jiwa.
Terbersit sesal kala berperilaku yang jauh dari norma.

Sentuh hatimu dengan mengingat khilafmu.
Sentuh hatimu dengan mengingat dosamu
Dan sentuh hatimu dengan mengingat segala alpamu.

Menangislah…
Curahkanlah segala rasa bersalahmu hanya pada Rabbmu.

Kita perlu menangis bukan karena lemahnya diri kita, namun kita menangis karena kita punya hati.

Dalam Al Isra ayat 109 Allah menyampaikan pesan,”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'”.

Dengan menangis akan menghadirkan kekhusyu’an.
Rasulullah pun menganjur kan kita menangis di banyak tempat dan momen.

1. Pertama, pada saat membaca Al Quran.
Beliau bersabda,”Bacalah Al Quran dan menangislah. Jika engkau tidak menangis maka berpura-puralah menangis.” (HR. Tiemidzi)

2. Kedua, pada saat rasa takut kita kepada Allah itu hadir.
Karena tangis kita akan memberi keselamatan. Beliau bersabda,”Dua jenis mata yang tidak disentuh oleh api neraka, mereka yang menangis karen takut kepada Allah dan mata yang piket malam di sabilillah.”

3. Ketiga, pada saat menyebut nama Nya dan menyendiri bersama Nya.
Rasulullah menyebutkan, bahwa satu golongan yg akan mendapat naungan Allah kelak pada hari kiamat adalah orang yg menyebut Allah dalam kesendirian, lalu kedua matanya berlinang air mata. (Mutafaq alaih)

4. Keempat, saat kita mendapat nasihat-nasihat keimanan.
Seperti kata ‘irbadh bin Sariyah ra,”Rasulullah saw menasihati hati kami dengan sebuah nasihat yang membuat mata kami berderai air mata dan hati kami pun bergetar.”

5. Kelima, ketika berada di waktu sore, setelah melampaui perjalanan hari dengan segala aktivitas.
Seperti Adh Dhahhak bin Mazahim yang selalu menangis jika ia telah berada di sore hari. Saat ditanya,”Apa yang membuatmu menangis?”
Ia menjawab,”Aku tidak tahu, manakah diantara amalku yang terangkat ke langit hari ini.”

Dan kita wahai saudariku…
Pernahkah kita khawatir atas amal kita. Atau kita sudah merasa cukup dengan bekal yang akan kita bawa?

Merenungi sejenak sejarah perjalanan kita. Yakinkah kita dengan apa yang sudah kita lakukan? Sehingga kita bersantai dan berpangku tangan.

Bersegeralah kita mengevaluasi diri. Dan selalu memperbaharui niat karena Allah swt.

Keenam, saat kita tertinggal amalan utama. Sebagaimana Sa’ad bin Abdul Aziz rahimahumullah yang selalu menangis kala ketinggalan sholat berjamaah.

Kita menangis karena kita punya hati.
Kita menangis karena kita punya rasa empati.
Kita menangis karena ada duka dalam hati.
Kita menangis karena ada rasa takut pada Ilahi
Dan kita menangis lantaran beban berat yang tak mampu ditanggung sendiri.

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang mampu mendekat pada Ilahi Rabi.

Dengan kerendahan hati kita mengabdi. Dan dengan air mata yang hadir karena cinta hakiki.

Begitulah Menanda cinta dengan Air mata lantaran besarnya cinta pada yang Maha Pecinta.

Sumber:
www.iman-islam.com/https://www.chanelmuslim.com/catatan-ustadzah/menangis-bukan-karena-kita-lemah/21662/
Read more

Baca Kalimat Ini di Malam Hari, Takkan Ditimpa Bahaya Hingga Pagi

Ketika Rasulullah mengajarkan satu kalimat dan menyebutkan keutamaannya, maka keutamaan itu adalah sebuah kepastian. Jika keutamaannya terkait dengan anugerah Allah di dunia, maka orang-orang yang mengamalkan dengan penuh keyakinan, ia akan membuktikan keutamaan itu.


Ada sebuah kalimat yang jika diucapkan tiga kali di awal malam, orang-orang yang membacanya akan dilindungi Allah dari bahaya hingga pagi harinya. Sebaliknya, jika dibaca di pagi hari, Allah akan melindunginya dari bahaya hingga malam tiba.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلاَءٍ حَتَّى يُمْسِىَ

“Barang siapa membaca Bismillaahilladzii laa yadlurru ma’as mihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samii’ul ‘aliim (Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di langit dan di bumi tidak akan berbahaya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) tiga kali maka ia tidak akan ditimpa bahaya apapun hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya tiga kali di pagi hari, niscaya ia tidak akan ditimpa bahaya apa pun hingga malam tiba” (HR. Abu Daud, hadits senada juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Aban bin Utsman bin Affan adalah salah seorang yang membuktikan dahsyatnya kalimat yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Putra Utsman dari istri bernama Ummu Amru binti Jundub itu biasa membaca kalimat tersebut dan ia tidak pernah mengalami bahaya apapun pada hari-hari ketika ia membacanya.

Suatu hari ia mengalami kelumpuhan. Rupanya di hari itu, ia lupa membaca kalimat ini. “Demi Allah, saya lupa doa ini,” kata Aban seperti diabadikan Imam Tirmidzi Sunan-nya, “Telah berlaku ketentuan Allah kepada saya.”

Demikianlah skenario Allah. Dia melindungi hambaNya yang membaca kalimat doa tersebut dari bahaya sebagaimana keutamaan yang disebutkan RasulNya. Jika Dia berkehendak seorang hamba ditimpa bahaya, hamba itu akan dilupakan membaca kalimat doa tersebut. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]
sumber http://bersamadakwah.net/baca-kalimat-ini-di-malam-hari-takkan-ditimpa-bahaya-hingga-pagi/
Read more

Inilah Zaman yang Paling Ditakuti Nabi Muhammad SAW

Untuk renungan bersama mengenai keadaan akhir zaman dan petanda kiamat

Orang Yang Tak Sedarkan Diri

Daripada Abu Hurairah r.a. Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Jika ada seseorang berkata, ramai orang telah rosak, maka orang yang berkata itu sendiri yang paling rosak di antara mereka” (HR Muslim)


Ahli Ibadat Yang Jahil Dan Ulama Yang Fasik

Daripada Anas r.a. Beliau berkata, bersabda Rasulullah SAW “Akan ada pada akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasik ” (HR Ibnu Ady)
[Orang jahil yang rajin beribadat dan ada pula orang alim yang fasik]

Menjual Agama Kerana Dunia

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan perkataan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala. Allah SWT berfirman kepada mereka “Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepadaKu? Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendekiawan) pun akan menjadi bingung” (HR Tirmizi)

Pendusta dan Pengkhianat

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan. Pada waktu itu si pendusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan dusta. Pengkhianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berkesempatan berbicara (cuba membetulkan) hanyalah golongan “Ruwaibidhah”. Sahabat bertanya “Apakah Ruwaibidhah itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab “Orang kerdil, hina, dan tidak mengetahui bagaimana hendak mengurus orang yang ramai” (HR Ibnu Majah)

Kefasikan Berleluasa

Daripada Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman pada waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau seseorang yang masih beriman pada waktu petang, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia” (HR Muslim)

Penindasan Terhadap Umat Islam

Daripada Tsauban r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni bekas hidangan mereka” Maka salah seorang sahabat bertanya “Apakah kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab “Bahkan kamu pada hari itu terlalu ramai, tetapi kamu umpama buih pada masa banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu daripada hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya “Apakah ‘wahan’ itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Daud)

Namanya Saja Islam

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. Beliau berkata, telah bersabda Rasulullah SAW “Telah hampir tiba suatu zaman, di mana tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada lagi dari Al-Quran kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah langit. Daripada merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka jua fitnah itu akan kembali ” (HR Al-Baihaqi)

Budaya Barat Ikutan Umat Islam Kini

Daripada Abu Sa’id Al-Khudri r.a. Beliau berkata, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Kamu akan mengikut jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kamu akan mengikut mereka” Sahabat bertanya “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani yang Tuan maksudkan?” Nabi SAW menjawab “Siapa lagi?” (HR Muslim)

Ulama Tidak Dipedulikan

Daripada Sahl bin Saad as-Sa ‘idi r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Ya Allah! Janganlah Engkau menemukan aku dan mudah-mudahan kamu juga tidak bertemu dengan suatu zaman di mana para ulama sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak dihiraukan lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam, lidah mereka seperti lidah orang Arab” (HR Ahmad)

Ulama Agama Semakin Berkurang

Daripada Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. Beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Bahawasanya Allah SWT tidak akan mencabut (menghilangkan) ilmu dengan sekali gus daripada manusia. Tetapi Allah SWT menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. Apabila telah ditiadakan para ulama, orang banyak akan memilih orang-orang jahil sebagai pemimpinnya. Apabila pemimpin yang jahil itu ditanyakan, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain” (HR Muslim)

Golongan Anti Hadis
Daripada Miqdam bin Ma’dikariba r.a. Beliau berkata, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Hampir tiba suatu zaman di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas kursi kemegahannya, lalu disampaikan kepadanya sebuah hadis dari hadisku maka dia berkata “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitab Allah sahaja. Apa yang dihalalkan oleh Al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan” (Kemudian Nabi SAW melanjutkan sabdanya) “Padahal apa yang diharamkan Rasulullah SAW itu samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan Allah SWT” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

Berbangga-dangga Dengan Masjid

Dari Anas bin Malik r.a. Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak terjadi hari Kiamat sehingga umatku bermegah-megah dengan bangunan masjid” (HR Abu Daud)

Tak Ada Imam Untuk Sholat Berjemaah

Daripada Salamah binti al-Hurr r.a. Beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Akan datang suatu zaman, pada waktu itu orang banyak berdiri tegak beberapa lama, kerana mereka tidak mendapatkan orang yang dapat mengimami mereka solat” (HR Ibnu Majah)

Penyakit Umat Islam Masa Kini

Daripada Abu Hurairah r.a. Katanya, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Umatku akan ditimpa penyakit -penyakit yang pernah menimpa umat-umat terdahulu” Sahabat bertanya “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi SAW menjawab “Penyakit-penyakit itu adalah, 1.Terlalu sombong, 2.Terlalu mewah, 3.Mengumpulkan harta sebanyak mungkin, 4.Tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, 5.Saling memarahi, 6.Dengki-mendengki sehingga menjadi zalim menzalimi” (HR Hakim)

Perangkap Riba

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang pun kecuali dia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau dia tidak memakannya secara langsung, dia akan terkena debunya” (HR Ibnu Majah)

Manusia Tak Peduli Mengenai Sumber Pendapatannya

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, bersabda Rasulullah saw, “Akan datang suatu zaman seseorang tidak mempedulikan daripada mana dia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram” (Riwayat Muslim)

Banyaknya Sumber Galian

Daripada Ibnu Omar r.a. Beliau berkata “Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah SAW sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari lombong (galian) mereka. Maka sahabat berkata “Wahai Rasulullah! Emas ini adalah hasil galian kita” Lalu Nabi SAW menjawab “Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian, dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat ” (HR Baihaqi)

Khamar

Daripada Abu Malik Al-Asy’ari r.a. Katanya Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya akan ada sebahagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. Sambil diiringi dengan alunan muzik dan suara biduanita. Allah SWT akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan Allah SWT akan mengubah mereka menjadi kera atau babi” (HR Ibnu Majah)

Banyaknya Perzinaan

Dari Anas r.a. Beliau berkata “Aku akan menceritakan kepada kamu sebuah Hadis yang tidak ada orang lain yang akan menceritakannya setelah aku. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Di antara tanda kiamat ialah sedikit ilmu, banyak kejahilan, banyak perzinaan, banyak kaum perempuan dan sedikit kaum lelaki, sehingga nanti seorang lelaki akan mengurus lima puluh orang perempuan” (HR Bukhari Muslim)

Berpakaian Tetapi Telanjang

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda ”Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka, keduanya belum pernah aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cambuk bagaikan ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, lenggang-lenggok sewaktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka bagaikan bonggol (belakang unta). Kedua golongan ini tidak akan masuk syurga, malah tidak akan dapat mencium bau harumnya. Sesungguhnya keharuman syurga itu akan terhidu dari jarak perjalanan yang sangat jauh (HR Muslim)

Perilaku Manusia Masa Kini

Dari Aisyah r.a. Dia berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapanya), hujan akan menjadi panas, akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan orang tua, dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik” (HR Thabrani)

Anak Menjadi Tuan Kepada Ibunya
Daripada Umar bin al-Khattab r.a. (dalam sebuah hadis yang panjang), …kemudian Jibrail bertanya kepada Rasulullah SAW ” Maka khabarkan kepadaku tentang hari kiamat?” Lalu Nabi SAW menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya” Maka Jibrail berkata “Kalau begitu cuba khabarkan kepadaku tanda-tandanya” maka Nabi SAW menjawab “Bahawa hamba akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa kasut dan orang yang bertelanjang lagi miskin yang hanya menggembala kambing itu berlumba-lumba untuk membuat binaan” (Riwayat Muslim)

Peperangan Demi Peperangan

Daripada Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah SAW bersabda “Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga harta benda melimpah ruah dan timbul banyak fitnah dan sering terjadi “al-Harj”. Sahabat bertanya “Apakah al-Harj itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab “Peperangan, peperangan, peperangan” Beliau mengucapkannya tiga kali. (HR Ibnu Majah)

Perang Di Sekitar Sungai Furat (Iraq) Kerana Berebut Kekayaan

Daripada Abu Hurairah r.a, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda “Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh kerana merebutnya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan daripada seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata “Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu” Di dalam riwayat lain disebutkan “Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa sahaja yang hadir di situ janganlah dia mengambil sesuatu pun dari harta tersebut” (HR Bukhari Muslim)
[Terdapat sebahagian pihak yang menyatakan bahawa perkataan emas di dalam Hadis ini sebenarnya petroleum ]

Waktu Terasa Pendek

Daripada Anas bin Malik r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi kiamat sehingga waktu terasa pendek, maka setahun dirasakan seperti sebulan, sebulan dirasakan seperti seminggu, seminggu dirasakan seperti sehari, sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu kilatan api” (HR Tirmizi)

Hilangnya Sifat Amanah

Daripada Huzaifah bin Al-Yaman r.a. Katanya, …”Kemudian jadilah orang ramai berjual beli, maka hampir sahaja tiada seorang pun yang suka menunaikan amanah, sehingga dikatakan orang bahawasanya di kalangan Bani Fulan (di kampung yang tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang ramai mengatakan “Alangkah tekunnya dia dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.” (HR Bukhari & Muslim)

Islam Akan Pudar Secara Perlahan-lahan

Daripada Huzaifah bin al-Yaman r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Islam akan lenyap seperti hilangnya corak pada pakaian, sehingga orang tidak mengerti apakah yang dimaksudkan dengan puasa, apakah yang dimaksudkan dengan solat, apakah yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadah), dan apakah yang dimaksudkan dengan sedekah.

Al-Quran akan hilang semuanya pada suatu malam sahaja, maka tidak ada yang tertinggal di permukaan bumi ini darinya walaupun hanya satu ayat. Sesungguhnya yang ada hanya beberapa kelompok manusia, di antaranya orang tua, lelaki dan perempuan. Mereka hanya dapat berkata, Kami sempat menemui nenek moyang kami mengucapkan kalimat LAILAHAILLALLAH, lalu kami pun mengucapkannya juga” (HR Ibnu Majah)

Bilakah Akan Terjadi Kehancuran?

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata “Pada suatu hari ketika Nabi SAW sedang berada dalam suatu majlis dan berbicara dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A’rabi (Arab Badwi) lalu dia bertanya kepada Rasulullah SAW “Bilakah akan terjadi hari Kiamat?” Nabi SAW terus saja berbicara. Sebahagian yang hadir berkata “Beliau (Nabi SAW) mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disenanginya” Sementara yang lain berkata “Sesungguhnya beliau tidak mendengar pertanyaan itu” Sehingga apabila Nabi SAW selesai berbicara, beliau bersabda “Di mana orang yang bertanyakan mengenai hari Kiamat tadi?” Lalu Arab Badwi itu menyahut “Ya! Saya wahai Rasulullah” Maka Nabi SAW bersabda “Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari Kiamat” Arab Badwi itu bertanya pula, “Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu?” Nabi SAW menjawab “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kedatangan hari Kiamat” (HR Bukhari)

Kebinasaan Umat Islam

Daripada Ummul Mukminin , Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah SAW), beliau berkata,”(Pada suatu hari) Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cemas sambil bersabda, LAILAHAILLALLAH, celaka (binasa) bagi bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dari dinding Yakjud dan Makjud seperti ini”, dan Baginda menemukan ujung jari dan ujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya “Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan di kalangan kami masih ada orang-orang yang soleh?” Lalu Nabi SAW bersabda “Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Punca Kebinasaan Seseorang

Dari Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Akan datang suatu zaman di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali apabila dia lari membawanya dari puncak bukit ke puncak bukit yang lain, dan dari suatu gua ke gua yang lain. Maka apabila zaman itu telah tiba, segala sumber pendapatan tidak dapat diperoleh kecuali dengan melaksanakan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah SWT. Apabila ini telah terjadi, maka kebinasaan seseorang adalah disebabkan memenuhi kehendak isteri dan anak-anaknya. Kalau dia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya disebabkan memenuhi kehendak kedua ibu bapanya. Dan jikalau ibu bapanya sudah tidak ada lagi, maka kebinasaannya disebabkan mengikuti kehendak keluarganya atau disebabkan mengikuti kehendak jiran tetangganya” Sahabat bertanya “Wahai Rasulullah SAW, apakah maksud perkataan engkau itu?” Nabi SAW menjawab “Mereka akan menghinanya dengan kesempitan hidupnya. Maka ketika itu sesungguhnya dia telah menceburkan dirinya ke jurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya” (HR Baihaqi)

Perselisihan yang Banyak

Daripada Abi Nijih ‘Irbadh bin Sariyah r.a. Beliau berkata “Telah menasihati kami Rasulullah SAW akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan menitiskan air kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berikanlah pesanan kepada kami” Lalu baginda pun bersabda “Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekali pun yang memimpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya daripada kamu pasti dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat pimpinan ke jalan yang benar) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru (bid’ah) yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu adalah sesat” (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)

Golongan yang Selamat

Daripada ‘Auf bin Malik r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Umat Yahudi telah berpecah-belah menjadi tujuh puluh satu golongan, maka hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga dan yang tujuh puluh akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan, maka tujuh puluh satu golongan masuk neraka dan hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga. Demi Tuhan yang diriku di dalam kekuasaanNya, umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga dan tujuh puluh dua akan masuk neraka. Sahabat bertanya “Golongan mana yang selamat?” Nabi SAW menjawab “Mereka adalah jemaah” (HR Ibnu Majah)

Orang Asing

Daripada Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW “Islam mula berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing” (HR Muslim)

Kepayahan Orang yang Beriman

Daripada Anas r.a. Berkata Rasulullah SAW bersabda ”Akan datang pada manusia suatu zaman di mana orang yang berpegang teguh di antara mereka kepada agamanya laksana orang yang memegang bara api. (HR Tarmizi)

Kesusahan Itu Lebih Baik Daripada Kesenangan

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a “Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. Dan tidak ada di badannya kecuali hanya selembar selendang yang bertampal dengan kulit.

Tatkala Rasulullah SAW melihat kepadanya. Baginda menangis dan menitiskan air mata kerana mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekah dahulu (kerana sangat dimanjakan oleh ibunya), dan kerana memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekah).

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda “Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu hari nanti, pergi pada waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi pada waktu petang dengan pakaian yang lain pula.

Dan apabila diberikan satu hidangan, diletakkan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghiasi) rumah kamu sebagaimana kamu memasang kelambu Kaabah?” Maka jawab sahabat “Wahai Rasulullah, tentunya keadaan kami pada waktu itu lebih baik daripada keadaan kami pada hari ini.

Kami akan memberikan perhatian sepenuhnya kepada masalah ibadat sahaja dan tidak bersusah payah lagi untuk mencari rezeki” Lalu Nabi SAW bersabda “Tidak! Keadaan kamu hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu pada hari itu” (HR Tirmizi)

Golongan yang Sentiasa Menang
Daripada Mughirah bin Syu’bah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda “Sentiasa di kalangan umatku ada golongan yang sentiasa menang (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah pada suatu waktu yang dikehendaki Allah SWT. Mereka senantiasa menang. (HR Bukhari)

Sumber: peribadirasulullah.wordpress.com/http://islamidia.com/inilah-zaman-yang-paling-ditakuti-nabi-muhammad-saw/
Read more

Gebernur NTB Ternyata Seorang Ulama Besar, MasyaAllah

sebagai  wartawan saya mengagumi Beliau dan Angkat topi atas ketaqwaan dan Kecerdasannya.. Dalam berbagai wawancara dan liputan sangat faham dan detail dalam penguasaan materi. makanya Setiap teks pidato yang dibuat Humas hampir tak pernah dibaca utuh..

Suatu hari pernah ada yang membaca Al Quran dengan menggunakan langgam Daerah. Beliau langsung menegur sebagai seorang ulama bukan hanya seorang Gubernur. Bahkan dengan detail beliau mengoreksi dan memberitahukan dimana saja kesalahannya. termasuk hukum bacaannya serta arti yg menyimpang dari tafsirnya.


Bacaan Al Quran sang Qori dikoreksi dan berharap Firman Alloh jangan dipermainkan. Selain Hafizd beliau juga Ahli Tafsir jadi sangat Faham.

Pernah juga dalam suatu liputan, saya ikut sholat jumat di suatu desa yg cukup terpencil. Masjidnya masih dalam proses renovasi. kebiasaan Jumat keliling dari masjid ke masjid dan Sholat Subuh keliling berbagai masjid menjadi jembatan silaturrahmi Sang Gubernur dengan Rakyatnya. Dan selalu selesai sholat dan Doa ribuan jamaah berharap bisa bersalaman dengan beliau.

Saat itu ada seorang Pol PP yang mengawal perjalanan beliau yabg bertindak agak keras dalam menghalau masyarakat. Pol PP tersebut langsung di rangkul Gubernur sambil membisikkan "Jangan kasar pada masyarakat, Kasian mereka. Tidak boleh lagi seperti itu, Harus lebih humanis." Sejak saat itu tidak ada lagi Pol PP yang kasar dalam melaksakan tugas. sangat Humanis dan Berwibawa..

Catatan perjalanan sebagai jurnalis semakin menarik saat berhadapan dengan media. Dengan terbuka mengatakan kepada Media untuk memberikan kritik membangun dan sesuai Fakta. tidak pernah alergi terhadap kritik dan sangat menghargai kritik yang bisa memberikan ide kreatif dlm peningkatan pembangunan Daerah.

kini memasuki periode kedua, Sudah ratusan pwnghargaan dari Dalam negeri maupun Dunia internasional mengakui managerial dan kemampuan beliau dalam membangun NTB. Tidak ada berita heboh dan dibuat buat. Semua mengalir dengan damai. semua berjalan dengan kodratnya. Bahkan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan secara khusus menulis tentang beliau.

Semoga Takdir menuliskan Beliau memimpin daerah yang lebih besar. Ummat sangaat merindukan pemimpin seperti ini. Karena Memimpin Bukan Menyakiti tapi dengan Hati..
Pemimpin yang baik adalah setiap perkataannya memberikan Kesejukan dan Semangat Baru..
Semoga Indonesia Punya pemimpin Seperti
Dr. TGH. M. Zainul Majdi.
sumber http://assalam19.blogspot.co.id/2016/07/gubernur-n-t-b-seorang-ulama-yang-cerdas.html?m=0
Read more